Ciri-Ciri dan Gejala Penderita Penyakit Batu Empedu

batu empeduKantung empedu adalah organ tubuh yang jarang sekali mendapat perhatian kita sampai suatu saat mengalami masalah.

Yang umum terjadi pada organ ini ialah munculnya semacam deposit berbentuk seperti batu atau dikenal juga dengan batu empedu.

Parahnya lagi, seseorang yang memiliki batu empedu jarang menimbulkan masalah ataupun gejala tertentu sehingga seringkali tidak terdeteksi.

Penyakit ini hanya bisa terdeteksi dengan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan seperti USG perut ataupun X ray ataupun CT scan.

Batu empedu memiliki ukuran bervariasi dan jumlahnya bisa lebih dari satu, biasanya jika ukurannya masih cukup kecil tidak akan menyebabkan gangguan apapun, tapi bila ukurannya lumayan besar baru bisa timbul gejala tertentu.

Apa Penyebab Batu Empedu ?

Hati akan memproduksi cairan empedu dan menyimpannya dalam sebuah kantung jaringan yang kemudian disebut kantung empedu.

Fungsi utama dari cairan ini ialah untuk mencerna lemak dalam makanan. Ketika kita makan, kantung empedu akan berkontraksi untuk mengosongkan dan mengeluarkan cairan empedu melaui saluran yang terhubung ke usus.

Batu empedu terbentuk ketika empedu yang semestinya merupakan cairan berubah menjadi mengeras dan membentuk endapan batu.

Empedu terbentuk dari berbagai macam substansi seperti garam, pigmen warna termasuk juga kolesterol. Penelitian mengungkapkan 80% dari batu empedu terbentuk karena pengerasan kolesterol dan sisanya 20% terbentuk akibat dari bilirubin atau pigmen.

Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa batu empedu memiliki 2 jenis yaitu :

  • Batu Kolesterol

Ini terjadi akibat ketidakseimbangan pada cairan empedu, dimana terlalu banyak kolesterol yang dikeluarkan oleh hati.

Umumnya memang empedu akan mencerna lemak dan kolesterol, tapi jika terlalu banyak kolesterol empedu tidak bisa bekerja maksimal menetralkan semua kolesterolnya.

Kelebihan kolesterol dalam empedu ini kemudian akan mengendap dan mengeras membentuk semacam batu empedu.

  • Batu Pigmen

Bilirubin adalah zat kimia yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah yang mulai menua. Kondisi tertentu seperti sirosis hati dan juga kelainan pada darah dapat menyebabkan hati memproduksi lebih banyak bilirubin.

Dan diduga kelebihan bilirubin atau pigmen inilah yang kemudian mengkristal dan menimbulkan batu empedu. Biasanya orang yang mengalami kelebihan bilirubin juga mengalami Jaundice atau penyakit kuning.

Gejala Penyakit Batu Empedu

Banyak orang yang memiliki batu empedu tapi tidak mengalami gejala ataupun gangguan, kemungkinan karena ukuran batunya masih sangat kecil.

Karena batu empedu terbentuk seiring waktu lama-lama bisa membesar dan bisa menimbulkan gejala terutama jika sampai menyumbat saluran empedu.

Gejala utama yang ditimbulkan oleh sumbatan batu empedu ini ialah rasa sakit yang parah pada bagian perut tengah atau perut sebelah kanan (kolik bilier). Sakit mungkin akan menjalar ke samping sampai ke punggung.

Rasa sakit ini kadang-kadang dipicu oleh makan makanan berlemak, namun dapat terjadi pada setiap saat sepanjang hari dan itu dapat membangunkan Anda pada malam hari.

Beberapa orang juga memiliki periode di mana mereka berkeringat berlebihan dan merasa sakit atau muntah.

Gejala lain dari juga bisa muncul jika batu empedu menyumbat saluran lebih lama atau berpindah ke organ lain seperti pankreas atau usus kecil. Gejalanya bisa berupa :

  • Demam tinggi 38° C atau lebih tinggi
  • Kulit gatal-gatal
  • Kulit dan mata berwarna kekuningan
  • Menggigil
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare dan warna feses kecoklatan

Siapa Lebih Beresiko Batu Empedu ?

Batu empedu bisa terjadi pada siapa saja, namun pada beberapa orang resikonya akan semakin besar.

Jika anda memiliki sejulmah faktor seperti dibawah ini, kemungkinan anda mengalami batu empedu menjadi lebih besar daripada yang lainnya.

Faktor Genetik

  • Perempuan terutama yang sudah memiliki anak, dan menggunakan pil KB atau sedang dalam terapi esterogen
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Berusia 40 tahun atau lebih tua. Biasanya lebih tua umur seseorang akan lebih besar pula resikonya
  • Memiliki riwayat keluarga yang menderita batu empedu

Faktor Gaya Hidup

  • Banyak konsumsi makanan yang berlemak dan kolesterol
  • Kurang konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran
  • Kurang berolahraga dan bergerak

Penyakit Tertentu

  • Menderita sirosis hati atau kolestatis obstetri
  • Menderita penyakit Chrohn atau sindrom IBS
  • Penyakit diabetes
  • Penyakit kolesterol

 Pengobatan Batu Empedu

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk menangani batu empedu. Pengobatan yang paling banyak disarankan biasanya adalah operasi pengangkatan kantung empedu terutama jika gejalanya sudah parah.

Operasi yang dilakukan termasuk operasi kecil yaitu dengan cara membuat sayatan kecil di perut kemudian memasukkan alat operasi berupa selang yang dilengkapi dengan kamera.

Selama operasi berlangsung anda tidak akan mengalami rasa sakit ataupun dalam keadaan sadar karena berada dibawah anestesi umum. Biasanya setelah operasi selesai anda bisa langsung pulang dan tidak perlu menjalani rawat inap.

Selain operasi, pengobatan juga bisa dilakukan melalui konsumsi obat-obatan medis terutama jika batu empedu disebabkan oleh kolesterol tinggi. Namun biasanya pengobatan ini berlangsung lebih lama sampai batu empedunya benar benar hilang.

Untuk rekomendasi pengobatan herbal batu empedu  silakan kunjungi tautan dibawah ini :

Cara Mengeluarkan Batu Empedu Secara Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *